gravatar

DBD dan Perilaku Kita

Artikel di bawah ini adalah tulisanku yang telah dimuat koran HU Priangan Tasikmalaya edisi tgl 16 Maret 2009 pada rubrik OPINI:

 

DBD dan Perilaku Kita

Arda Dinata

http://pulsagolden. tk

http://ardadinata. tk

http://miqraindones ia.tk

 

LAGI-LAGI, demam berdarah dengue (DBD) renggut nyawa. Itulah headline HU Priangan edisi 10/3/2009.

  Dalam berita itu disebutkan kalau DBD di Kota Tasikmalaya kembali merenggut korban jiwa. Adalah Desi Purnamasari gadis berusia 20 tahun anak pertama dari pasangan Mahmud (44) dan Siti Aisah (41), warga Kp. Sukasirna RT 01 RW 11 Kel. Sukanagara Kec. Purbaratu Kota Tasik meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Berdasarkan data dari Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga akhir Februari 2009, penderita DBD mencapai 76 kasus. Data tersebut hingga Maret ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perubahan cuaca dan banyaknya ditemukan kasus-kasus DBD di Kota Tasikmalaya. Sehingga pantas saja, dengan meningkatnya warga Kota Tasik yang terjangkit DBD ini membuat keprihatianan Walikota Tasik, Drs. H. Syraif Hidayat, M.Si. yang disampaikannya di sela-sela peresmian ruang rawat inap kelas 3 RSUD Tasik baru-baru ini.

Kalau mau jujur, sesungguhnya adanya kasus DBD ini merupakan cerminan dari perilaku kita selama ini. Sebab, keberadaan nyamuk, lingkungan dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk (baca: DBD).

            Kalau kita teliti lebih jauh, ternyata nyamuk ini tergolong serangga yang telah berumur, yakni sudah melewati suatu proses evolusi yang panjang. Sehingga, pantas saja kalau serangga ini memiliki sifat yang spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia.

            Bila diperhatikan dan dilihat dari siklus hidupnya, nyamuk ini termasuk serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Mulai dari telur, larva (jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Lebih jauh, dari tahap-tahap siklus hidup tersebut, nyamuk itu merupakan serangga yang sangat sukses memanfaatkan air (lingkungan) , termasuk air alami dan air dari sumber buatan (baik yang bersifat permanen maupun temporer).

            Menurut Upik Kesumawati Hadi & F.X. Koesharto (2006) menyebutkan kalau tempat seperti danau, aliran air, kolam, air payau, bendungan, saluran irigasi, air bebatuan, septic tank, selokan, kaleng bekas dan lainnya dapat berperan sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangan larva nyamuk. Nyamuk yang berada di sekeliling rumah seperti Culex quinquefasciatus, Ae. aegypti dan Ae. albopictus, tumbuh dan berkembang dalam genangan air di sekitar kediaman kita.

            Dalam bahasa Singgih H. Sigit (2006), lingkungkan permukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu di bangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak mahluk lainnya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan. Salah satunya adalah nyamuk.

            Kondisi lingkungan di Kota Tasik pun saya lihat banyak tempat yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, seperti ban bekas di bengkel-bengkel sepanjang jalan di wilayah Kota Tasik banyak yang tidak terlindung, sehingga banyak genangan air di dalam ban-ban bekas tersebut yang jadi tempat nyamuk bertelur. Belum lagi kondisi bak mandi di tempat-tempat umum (seperti terminal, masjid, mushola, sekolah, dll) maupun kondisi taman-taman yang tidak terawat baik taman umum maupun di rumah-rumah penduduk, tentu kondisi demikian merupakan tempat potensial bagi tumbuh kembangnya naymuk penyebab DBD. Lalu, bagaimana cara dan strategi yang kita lakukan untuk penanggulangan DBD tersebut?

 

Strategi Utama

Penanggulangan DBD yang perlu dilakukan dan paling efektif adalah gerakan 3-M, yakni menguras bak mandi, membubuhi bubuk abate ke panampungan air, menutup wadah penampungan air, mengubur dan menimbun barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Adapun perilaku pemberdayaan yang harus jadi kebiasaan masyarakat sebagai aplikasi dari gerakan 3-M itu adalah: Pertama, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi/WC, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lainnya seminggu sekali. Kedua, menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lainnya. Ketiga, mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar/di luar rumah yang dapat menampung air hujan.

Selain itu, kita juga perlu memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk. Cara untuk membunuh jentik nyamuk demam berdarah yang ada di tempat air yang sulit dikuras atau daerah sulit air yaitu dengan menaburkan bubuk temephos (abate) atau altosid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram altosid untuk 100 liter air.

Usaha lain yang dapat dilakukan masyarakat, diantaranya dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, serta tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar.

Terkait dengan strategi utama pemberdayaan dalam penanggulangan DBD ini, tentu diperlukan adanya perencanaan. Berikut ini adalah pokok dan bentuk kegiatan nyata yang perlu direncanakan dan dilakukan oleh masyarakat.. Pertama, melakukan tata laksana kasus, yang meliputi penemuan kasus, pengobatan penderita, dan sistem pelaporan yang cepat dan terdokumentasi dengan baik.

            Kedua, melakukan penyelidikan epidemiologi, terutama terhadap daerah yang terdapat kasus penderita DBD. Penyelidikan ini tentu sangat berguna untuk melakukan penanggulangan fokus terhadap kasus DBD.

            Ketiga, adanya penyuluhan tentang DBD kepada masyarakat, melakukan pemantauan jentik secara berkala, melakukan pemetaan penyebaran kasus, dan melakukan pertemuan kelompok kerja DBD secara lintas sektor dan program.

            Keempat, melakukan gerakan bulan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) yang dilaksanakan sebelum bulan-bulan musim penularan penyakit DBD (data ini dapat kita peroleh dari data tahun sebelumnya). Artinya, bulan musim penularan penyakit DBD dapat diketahui, bila pencatatan dan pendataan dilakukan secara benar terhadap terjadinya kasus DBD di suatu daerah.

            Kelima, dilakukan kegiatan pelatihan-pelatihan seputar penyakit DBD, mulai dari gejala penyakit DBD, cara pengobatan penderita yang terkena DBD, cara pencegahan penyakit DBD, dan lainnya.

Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan adalah biasakan kita untuk menjaga keadaan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Sebab, inilah sesungguhnya kunci dari segala kunci dalam pengendalian terhadap bahaya nyamuk.***

ARDA DINATA

Pemerhati masalah lingkungan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.miqraindonesia. tk.

__._,_.___

=============================================
Pulsa Gratis Selamanya, MAU?
Kalau Bisa Dapat "PULSA GRATIS"
Ngapain Juga Harus Beli...!!
Klik
http://www.dynasis.biz/hpku

=============================================

Situsnya Kumpulan Artikel Kesehatan Lingkungan, Berita dan Informasi

Seputar Dunia Kesehatan Lingkungan & Alumni Akademi Kesehatan Lingkungan
Klik
http://ikakutamaya.blogspot.com

=============================================

Situsnya Inspirasi, ILMU, Motivasi & Amal
Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] Indonesia
Klik
http://miqraindonesia.tk; http://ardadinata.tk
=============================================

Situsnya ILMU MENJADI KAYA!
http://ilmumenjadikaya.blogspot.com
:)
Silahkan nikmati aneka ilmu dan informasi yang mengantarkan hidup Anda

jadi Kaya Raya!!!!
Inilah Blog Pusat Program Yang Mengantarkan Anda Menjadi Kaya Raya!!!:)
Klik
http://ilmumenjadikaya.blogspot.com

=============================================

Ingin menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
Klik
http://www.naskahoke.com/e-mbig/?id=terbit

=============================================

TEMUKAN 3 LANGKAH MENGHASILKAN UANG MELIMPAH DI INTERNET!!!
Mau TAHU CARANYA??? Klik http://www.formulabisnis.com/?id=ilmukaya
=============================================

TEMUKAN PETA HARTA KARUN PENULIS SUKSES:

Penulis dengan Income 5 M!!!
Inilah RAHASIANYA:
http://www.penulissukses.com/?id=buku08
=============================================

 



Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

gravatar

DBD dan Perilaku Kita

Artikel di bawah ini adalah tulisanku yang telah dimuat koran HU Priangan Tasikmalaya edisi tgl 16 Maret 2009 pada rubrik OPINI:

 

DBD dan Perilaku Kita

Arda Dinata

http://pulsagolden. tk

http://ardadinata. tk

http://miqraindones ia.tk

 

LAGI-LAGI, demam berdarah dengue (DBD) renggut nyawa. Itulah headline HU Priangan edisi 10/3/2009.

 

Dalam berita itu disebutkan kalau DBD di Kota Tasikmalaya kembali merenggut korban jiwa. Adalah Desi Purnamasari gadis berusia 20 tahun anak pertama dari pasangan Mahmud (44) dan Siti Aisah (41), warga Kp. Sukasirna RT 01 RW 11 Kel. Sukanagara Kec. Purbaratu Kota Tasik meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Berdasarkan data dari Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga akhir Februari 2009, penderita DBD mencapai 76 kasus. Data tersebut hingga Maret ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perubahan cuaca dan banyaknya ditemukan kasus-kasus DBD di Kota Tasikmalaya. Sehingga pantas saja, dengan meningkatnya warga Kota Tasik yang terjangkit DBD ini membuat keprihatianan Walikota Tasik, Drs. H. Syraif Hidayat, M.Si. yang disampaikannya di sela-sela peresmian ruang rawat inap kelas 3 RSUD Tasik baru-baru ini.

Kalau mau jujur, sesungguhnya adanya kasus DBD ini merupakan cerminan dari perilaku kita selama ini. Sebab, keberadaan nyamuk, lingkungan dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk (baca: DBD).

            Kalau kita teliti lebih jauh, ternyata nyamuk ini tergolong serangga yang telah berumur, yakni sudah melewati suatu proses evolusi yang panjang. Sehingga, pantas saja kalau serangga ini memiliki sifat yang spesifik dan adaktif tinggal bersama manusia.

            Bila diperhatikan dan dilihat dari siklus hidupnya, nyamuk ini termasuk serangga yang mengalami metamorphosis sempurna. Mulai dari telur, larva (jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Lebih jauh, dari tahap-tahap siklus hidup tersebut, nyamuk itu merupakan serangga yang sangat sukses memanfaatkan air (lingkungan) , termasuk air alami dan air dari sumber buatan (baik yang bersifat permanen maupun temporer).

            Menurut Upik Kesumawati Hadi & F.X. Koesharto (2006) menyebutkan kalau tempat seperti danau, aliran air, kolam, air payau, bendungan, saluran irigasi, air bebatuan, septic tank, selokan, kaleng bekas dan lainnya dapat berperan sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangan larva nyamuk. Nyamuk yang berada di sekeliling rumah seperti Culex quinquefasciatus, Ae. aegypti dan Ae. albopictus, tumbuh dan berkembang dalam genangan air di sekitar kediaman kita.

            Dalam bahasa Singgih H. Sigit (2006), lingkungkan permukiman manusia yang umumnya berupa suatu kompleks bangunan tempat tinggal berikut fasilitas yang berhubungan dengan pelbagai hajat hidupnya, termasuk juga jalan, selokan, berikut tanaman pekarangan dan hewan-hewan peliharaannya, merupakan sebuah ekosistem tersendiri yang unik. Lingkungan itu di bangun dan diciptakan terutama untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia, tetapi pada kenyataannya banyak mahluk lainnya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat, tempat istirahat serta tempat mencari makan. Salah satunya adalah nyamuk.

            Kondisi lingkungan di Kota Tasik pun saya lihat banyak tempat yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, seperti ban bekas di bengkel-bengkel sepanjang jalan di wilayah Kota Tasik banyak yang tidak terlindung, sehingga banyak genangan air di dalam ban-ban bekas tersebut yang jadi tempat nyamuk bertelur. Belum lagi kondisi bak mandi di tempat-tempat umum (seperti terminal, masjid, mushola, sekolah, dll) maupun kondisi taman-taman yang tidak terawat baik taman umum maupun di rumah-rumah penduduk, tentu kondisi demikian merupakan tempat potensial bagi tumbuh kembangnya naymuk penyebab DBD. Lalu, bagaimana cara dan strategi yang kita lakukan untuk penanggulangan DBD tersebut?

 

Strategi Utama

Penanggulangan DBD yang perlu dilakukan dan paling efektif adalah gerakan 3-M, yakni menguras bak mandi, membubuhi bubuk abate ke panampungan air, menutup wadah penampungan air, mengubur dan menimbun barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Adapun perilaku pemberdayaan yang harus jadi kebiasaan masyarakat sebagai aplikasi dari gerakan 3-M itu adalah: Pertama, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi/WC, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lainnya seminggu sekali. Kedua, menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lainnya. Ketiga, mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar/di luar rumah yang dapat menampung air hujan.

Selain itu, kita juga perlu memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk. Cara untuk membunuh jentik nyamuk demam berdarah yang ada di tempat air yang sulit dikuras atau daerah sulit air yaitu dengan menaburkan bubuk temephos (abate) atau altosid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram altosid untuk 100 liter air.

Usaha lain yang dapat dilakukan masyarakat, diantaranya dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, serta tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar.

Terkait dengan strategi utama pemberdayaan dalam penanggulangan DBD ini, tentu diperlukan adanya perencanaan. Berikut ini adalah pokok dan bentuk kegiatan nyata yang perlu direncanakan dan dilakukan oleh masyarakat.. Pertama, melakukan tata laksana kasus, yang meliputi penemuan kasus, pengobatan penderita, dan sistem pelaporan yang cepat dan terdokumentasi dengan baik.

            Kedua, melakukan penyelidikan epidemiologi, terutama terhadap daerah yang terdapat kasus penderita DBD. Penyelidikan ini tentu sangat berguna untuk melakukan penanggulangan fokus terhadap kasus DBD.

            Ketiga, adanya penyuluhan tentang DBD kepada masyarakat, melakukan pemantauan jentik secara berkala, melakukan pemetaan penyebaran kasus, dan melakukan pertemuan kelompok kerja DBD secara lintas sektor dan program.

            Keempat, melakukan gerakan bulan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) yang dilaksanakan sebelum bulan-bulan musim penularan penyakit DBD (data ini dapat kita peroleh dari data tahun sebelumnya). Artinya, bulan musim penularan penyakit DBD dapat diketahui, bila pencatatan dan pendataan dilakukan secara benar terhadap terjadinya kasus DBD di suatu daerah.

            Kelima, dilakukan kegiatan pelatihan-pelatihan seputar penyakit DBD, mulai dari gejala penyakit DBD, cara pengobatan penderita yang terkena DBD, cara pencegahan penyakit DBD, dan lainnya.

Untuk itu, langkah yang perlu dilakukan adalah biasakan kita untuk menjaga keadaan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Sebab, inilah sesungguhnya kunci dari segala kunci dalam pengendalian terhadap bahaya nyamuk.***

ARDA DINATA

Pemerhati masalah lingkungan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.miqraindonesia. tk.

__._,_.___
=============================================
Pulsa Gratis Selamanya, MAU?
Kalau Bisa Dapat "PULSA GRATIS"
Ngapain Juga Harus Beli...!!
Klik http://www.dynasis.biz/hpku
=============================================

Situsnya Kumpulan Artikel Kesehatan Lingkungan, Berita dan Informasi
Seputar Dunia Kesehatan Lingkungan & Alumni Akademi Kesehatan Lingkungan
Klik http://ikakutamaya.blogspot.com
=============================================

Situsnya Inspirasi, ILMU, Motivasi & Amal
Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] Indonesia
Klik http://miqraindonesia.tk; http://ardadinata.tk
=============================================

Situsnya ILMU MENJADI KAYA! http://ilmumenjadikaya.blogspot.com :)
Silahkan nikmati aneka ilmu dan informasi yang mengantarkan hidup Anda
jadi Kaya Raya!!!!
Inilah Blog Pusat Program Yang Mengantarkan Anda Menjadi Kaya Raya!!!:)
Klik http://ilmumenjadikaya.blogspot.com
=============================================

Ingin menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
Klik http://www.naskahoke.com/e-mbig/?id=terbit
=============================================

TEMUKAN 3 LANGKAH MENGHASILKAN UANG MELIMPAH DI INTERNET!!!
Mau TAHU CARANYA??? Klik http://www.formulabisnis.com/?id=ilmukaya
=============================================

TEMUKAN PETA HARTA KARUN PENULIS SUKSES:
Penulis dengan Income 5 M!!!
Inilah RAHASIANYA: http://www.penulissukses.com/?id=buku08
=============================================

 
.

__,_._,___


Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3!

gravatar

Agar Nyamuk Tak Sempat Menggigit


| ILMU MENJADI KAYA |

Cara Menghasilkan 100-500/hari !!
Potensi Menghasilkan Jutaan/bln Terbukti ! Saya Buktiknya, 100% Halal !
http://www.bisnisotomatis.com


Anda tidak mudah percaya ??

Jika anda tidak mudah percaya , berarti hidup anda tidak akan berubah.
http://www.formulabisnis.com


SISTEM MESIN UANG OTOMATIS

Berusaha & berdo'a serta ikuti cara kami Semoga akan teratasi,insya Allah.
http://www.formulabisnis.com/?id=ws25198

DEMAM BERDARAH DENGUE

Agar Nyamuk Tak Sempat Menggigit

Kompas: Senin, 5 Januari 2009 | 00:45 WIB

Memasuki musim hujan, serangan penyakit demam berdarah dengue patut diwaspadai. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu telah menelan banyak korban. Namun, segala upaya untuk memutus mata rantai penularan penyakit itu masih kurang efektif.

Di tengah ketidakberdayaan melawan demam berdarah dengue di berbagai negara tropis di dunia, sekelompok peneliti Australia didanai miliarder Bill Gates mengklaim telah menghasilkan riset yang dapat membantu memerangi DBD dengan cara menghentikan jalur penularan penyakit itu. Mereka berhasil menginfeksi nyamuk penyebar penyakit tropis itu dengan bakteri Wolbachia sehingga kemampuannya menularkan dengue ke manusia berkurang.

Caranya, dengan menginfeksi nyamuk pembawa penyakit itu dengan parasit yang memperpendek masa hidup nyamuk itu. Dalam paparan hasil penelitian pada jurnal Science dijelaskan, bakteri Wolbachia menyebar dengan baik melalui uji laboratorium pada nyamuk-nyamuk yang berkembang biak.

Dengue hanya dibawa nyamuk dewasa sehingga membunuh mereka bisa memutus mata rantai penularan DBD. Mereka telah menginfeksi 10.000 embrio nyamuk dengan bakteri itu. Tes itu untuk melihat sejauh mana bakteri itu bisa mengurangi masa hidup serangga tanpa membunuhnya atau mencegah perkembangbiakan mereka

Para peneliti dari Universitas Queensland di Brisbane, Australia, mengambil strain yang dikenal dengan nama Wolbachia untuk memperpendek masa hidup nyamuk vektor DBD. Nyamuk yang membawa virus dengue tak secara alami rentan terhadap bakteri sehingga peneliti membuat nyamuk beradaptasi agar infeksi itu berhasil.

Bakteri itu dapat menyebar dari nyamuk betina yang terinfeksi kepada keturunannya. Hal ini bisa memperpendek masa hidup nyamuk itu dan embrionya.

Penentuan apakah hal itu dapat menghilangkan nyamuk pembawa virus merupakan tantangan tersendiri. Virus itu menyerang manusia saat nyamuk membawa virus tersebut dalam darah. Selama ini pemberantasan nyamuk dilakukan dengan insektisida, tetapi hal ini bisa menimbulkan resistensi nyamuk terhadap paparan bahan kimia.

Potensi Wolbachia sebagai satu jalan pengendalian populasi nyamuk cukup menjanjikan. Studi terakhir menawarkan harapan—meskipun di bawah kondisi laboratorium—bahwa hal itu kemungkinan berjalan efektif. "Kuncinya adalah hanya nyamuk berusia sangat tua yang dapat menularkan penyakit itu," kata Prof Scott O'Neill, peneliti.

Ini berarti hanya nyamuk dewasa yang berbahaya bagi manusia dan dengan membunuh nyamuk-nyamuk itu akan mengurangi kemampuan mereka menginfeksi. Upaya ini dinilai jalan murah untuk mengatasi masalah itu, khususnya di daerah urban, saat metode lain pengendalian penyakit itu sulit dilakukan. (BBC/AFP/EVY)



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

gravatar

Sanitasi Penyehatan Makanan Sebagai “Penghalau” Keracunan Makanan

 
Sanitasi Penyehatan Makanan Sebagai "Penghalau" Keracunan Makanan
Oleh: Arda Dinata
http://ardadinata.tk

AKHIR-AKHIR ini, kerap kali terjadi kasus keracunan makanan di tengah-tengah masyarakat kita, salah satunya adalah terjadinya keracunan karena setelah "meminum susu". Susu adalah suatu bahan makanan yang utama dan merupakan kumpulan dari bermacam-macam gizi makanan yang penting bagi tubuh. Itulah sebabnya, mengapa keberadaan susu ini bagi anak-anak sangat penting untuk pertumbuhan badan, sedangkan untuk orang dewasa susu berguna dalam membangun kesehatan tubuh yang lebih prima.

Lebih jauh, susu ini tidak jarang digunakan sebagai makanan tambahan (extra voeding) bagi anak-anak sekolah dan karyawan-karyawan industri/pabrik. Hal ini dimaksudkan tidak lain untuk menambah daya tahan tubuh dan produktivitas kerja mereka agar tidak mudah diserang penyakit. Fungsi ini tentu tidak berlebihan, pasalnya di dalam susu itu mengandung zat-zat makanan yang berguna bagi tubuh manusia, seperti lemak, protein, laktose, garam mineral, dan vitamin.

Walaupun demikian, biarpun kandungan susu ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, tapi bila dalam proses pengolahan, penyajian dan penyimpanannya tidak/kurang hati-hati justru akan berbahaya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya (baca: bisa terjadi kasus keracunan). Hal ini didasarkan karena susu itu mudah sekali membusuk/ mengasam dan mudah sekali rusak (pecah).

Kondisi susu yang pecah tersebut, pada umumnya disebabkan karena memang susu itu sendiri telah lama, hingga timbul asam. Atau bisa juga karena susu itu kolestrum, yaitu susu yang keluar (diambil) dari sapi dalam kondisi seminggu setelah sapi beranak.

Terkait dengan itu, barangkali sebagai contoh aktual adalah baru-baru ini kita dikagetkan dengan terjadinya kasus keracunan terhadap ratusan siswa SD di Kota Bandung, setelah minum susu kemasan yang dibagikan gratis. Seperti diberitakan harian "PR" (12/8/04), sedikitnya 250 siswa sekolah dasar dari empat sekolah, yaitu SD Garuda 3, 4, 5 dan SD Dadali 1, mengalami keracunan setelah meminum susu kemasan. Menyinggung penyebab keracunan tersebut, menurut Penanggung Jawab Ruang Gawat Darurat RS Rajawali, dr. Dharma Gita, itu belum diketahui secara pasti. Namun diperkirakan, sejumlah susu yang diminum murid-murid di sana terkontaminasi kuman sehingga basi.

Menyikapi pernyataan tersebut, tentu kalau kita teliti lebih lanjut memang betul kalau susu ini memungkinkan sekali dapat dipakai sebagai media berkembangbiak (baca: terkontaminasi) berbagai kuman-kuman penyakit, terutama penyakit TBC (type boviasis), demam undulant, penyakit kuku dan mulut, diptheri, dan yang lainnya.

Selain itu, susu juga mudah sekali dipalsukan yang mengakibatkan pengurangan nilai-nilai gizi yang dikandungnya (nutritional value). Dan kadang-kadang bahan-bahan subsitusi yang digunakan pun dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan (seperti keracunan dan sejenisnya).

Oleh karena itu, untuk menjaga dan menjamin agar susu yang dihasilkan itu dalam keadaan baik (baca: kualitasnya baik dan hygienis), maka mau tidak mau perlu diadakan pengawasan menyangkut aspek penyehatan (hygiene dan sanitasi) susunya. Hygiene susu ditujukan khusus kepada kualitas susunya sendiri dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium. Sedangkan usaha sanitasi susu ditujukan terhadap segala faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kebersihan susu, diantaranya kebersihan perusahaan susu, kandang sapi, alat-alat yang digunakan, cara memerah susu, cara penyimpanan susu, cara pengangkutan susu, dan yang lainnya.

Secara singkat, dapat dikatakan bahwa seandainya perusahaan-perusahaan penghasil susu itu telah menerapkan sanitasi penyehatan makanan dengan baik, saya kira kemungkinan terjadinya kerusakan terhadap susu yang diolahnya, lebih-lebih terjadinya 'keracunan' tentu dapat kita hindari.

Penyehatan makanan

Untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan, termasuk terjadinya "keracunan susu", maka tidak ada jalan lain makanan dan minuman itu syaratnya harus 'sehat'. Dalam arti, bahan bakunya baik, tenaga pengolahnya sehat dan peralatan yang digunakan bebas dari bibit penyakit, zat kimia berbahaya serta lingkungan yang bersih.

Kalau kita perhatikan, pada dasarnya keberadaan prinsip penyehatan makanan ini bertujuan menjaga agar makanan aman untuk dikonsumsi manusia. Dalam arti tidak menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan lainnya, seperti keracunan.

Dalam hal ini, setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi penyehatan makanan itu. Pertama, faktor sosial budaya masyarakat (baik konsumen maupun produsen makanan). Kondisi rendahnya tingkat pendidikan, pendapatan, dan didukung pula oleh rendahnya budaya masyarakat tentang penyehatan makanan, maka kemungkinan besar hal tersebut akan dapat membahayakan konsumen itu sendiri. Karena kebutuhan mereka masih merupakan dorongan untuk mengkonsumsi, walaupun sekarang masalah gengsi dan pola hidup konsumtif telah menjadi bahan pertimbangan. Kondisi seperti itu seringkali mendorong mereka untuk memilih bahan yang rendah mutunya, kadaluarsa, atau pun telah melewati persyaratan sanitasi makanan. Dalam benaknya, pokoknya yang penting dapat dikonsumsi dan sesuai kemampuan (daya belinya). Misalnya, makanan dalam kemasan yang telah cacat, telur telah retak atau pecah, dan yang lainnya.

Kedua, teknologi penanganan makanan. Hal ini, kadang-kadang menjadikan masalah bagi kita dalam menentukan aman tidaknya makanan itu untuk dikonsumsi. Dan akibat perkembangan teknologi ini, sehingga memungkinkan sekali untuk diproduksinya berbagai jenis makanan dalam kemasan. Jenis kemasan itu sendiri bisa berasal dari bahan kaleng, gelas, alumunium dan berbagai jenis plastik.

Dari berbagai bentuk kemasan itu, tentu tidak sedikit kemungkinannya ada yang menimbulkan masalah keracunan makanan. Misalnya, ada beberapa jenis plastik yang mengalami pelarutan terhadap bahan dan jenis makanan tertentu. Selain itu, teknologi ini juga biasanya dimaksudkan untuk proses pengawetan atau menyimpanan makanan dalam jangka waktu lama. Di mana jika menggunakan cara tradisional, kita menggunakan bumbu-bumbuan (rempah-rempah) untuk mengawetkannya, maka sekarang digunakan bahan-bahan kimia (yang kadang-kadang kurang memperhatikan efek sampingnya).

Ketiga, faktor lingkungan (sanitasi). Penyehatan makanan dalam kaitannya dengan lingkungan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengendalikan faktor makanan, tenaga pengelola, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau memungkinkan timbulnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Sehingga dalam usaha penyehatan makanan ini perlu diterapkan pengawasan terhadap prinsip hygiene sanitasi makanan, agar ketiga faktor tersebut dapat kita kendalikan.

Akhirnya, belajar dari terjadinya kasus "keracunan susu" di atas, maka sudah seharusnya pengawasan susu tersebut dilakukaan terhadap: (1) kualitas susunya sendiri, dengan maksud untuk memberikan gizi yang seharusnya dan konsumen terhindar dari berbagai kerugian yang disebabkan pemakaian susu yang mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit. (2) Melakukan pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi/mengkontaminasi kebersihan susu secara umum.

Jadi, bila hal-hal penyehatan makanan tersebut telah dilaksanakan dengan baik, maka saya kira terjadinya kasus keracunan makanan (akibat meminum susu) dapat dicegah.***

Arda Dinata, A.M.K.L.,
Sanitarian dan tergabung di Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.

DAPATKAN ARTIKEL LAINYA TENTANG:
1. Menjadi Penulis Sukses, Mendapatkan Harta Karun, Menulis Buku, bisnis internet. Klik di bawah ini: http://www.penulissukses.com?id=buku08

2. Dapatkan E-Book (berbahasa Indonesia) di bawah ini:
- Cara Mudah, Cepat dan Praktis Nampang di Internet / Dasar-Dasar HTML.
- Panduan Praktis Membangun Situs Dinamis dan Interaktif dengan PHP
- Cara Mengirim Puluhan, ratusan Bahkan Ribuan Email dalam Sekali Klik.
- Download GRATIS Ringkasan/Summary buku "KUNCI EMAS, Rahasia Sukses Membangun Kekayaan dan Kesejahteraan", Karya: L.Y. Wiranaga, Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama.
http://www.megabuku.com?ref=1788

Arda Dinata, adalah praktisi kesehatan, pengusaha inspirasi, pembicara, trainer, dan motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
E-mail: arda.dinata@gmail.com
Hp. 081.320.476048.
http://www.miqra.blogspot.com




Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!